THR

Sebelum Hari Raya tiba, THR menjadi dambaan para pekerja sebagai asupan segar ditengah kebutuhan yang meningkat tiba-tiba menjelang lebaran. Sudah menjadi kewajiban suatu perusahaan untuk memenuhinya.
Pengusaha atau perusahaan wajib membayarkan Tunjangan Hari Raya pekerja paling lambat seminggu menjelang lebaran. Para gubernur, bupati dan walikota diminta untuk mengingatkan pengusaha agar tidak lalai melaksanakan kewajiban yang dibutuhkan pekerja.
Hal ini tercantum dalam surat edaran No.314/MEN/PHI-JSK-PK-KAD/VIII/2009 tentang pembayaran THR Keagamaan.
Mereka yang telah bekerja lebih dari tiga bulan, tetapi kurang dari 12 bulan, berhak mendapat THR sebanyak masa kerja berjalan dibagi 12 bulan kali 1 bulan gaji. Pekerja dengan masa kerja terus menerus 12 bulan atau lebih berhak 1 bulan gaji.
Bisa saja pengusaha membayarkan dalam bentuk barang senilai THR selama pekerja menyetujuinya. Dalam kondisi tertentu, pengusaha atau perusahaan harus berembug dulu dengan wakil pekerja secara bipartite guna mencari solusi terbaik bagi kedua pihak, bila pembayaran THR tidak sesuai ketentuan.
Selamat menerimanya,.. dan semoga bermanfaat.
IMG_0004

Iklan
Ditulis dalam artikel lepas. Tag: , . Leave a Comment »

About Resign..

disadur dari tulisannya teman…

Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya, manajer = M, dan prayitno = P

M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah sampe sakit tapi tunjangan kesehatan gak full

M = sebenernya mau kamu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani 2 company sebelum ini
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak, wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg rewardnya lebih

M = yg bener itu kerja bener dulu baru naik gaji, bukan gaji naik dulu baru kerja bener.
P = kerjanya sama2 bener tapi yg satu ngasih gaji lebih tinggi, ya saya pilih yg lebih tho pak.

M = kenapa kamu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward, kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu sekarang?

M = tapi sayang sekali, saya pandang kamu yg paling berpotensi diantara yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum saya

M = tidak, ini serius, kamu memiliki potensi besar, disini kamu bisa sukses! daripada kamu memulai lagi dari bawah di company lain yg belum ketauan nanti disana kamu bakal sukses atau gak
P = disini juga sama aja saya belum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2 gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik donk……

M = maksud kamu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer

M = Kita kan tidak hanya mengejar uang. Kalau orientasi kamu hanya uang, kamu
hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk bertahan hidup, Kamu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari orientasi “live” kalau tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos, pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa sekarang ada company yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang “live exixtency”. So, boleh donk saya ambil untuk menaikkan derajat pekerjaan saya

M = Prayitno…. kalau kamu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu ada yg lebih baik. Saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini? Mending saya terus2an dapet yg lebih baik sampai berhenti karena cape. Lagian Bapak juga nyatanya bisa berhenti kan ?

M = inilah yg membuat bangsa kita gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju karena loyal
P = loyalitas itu kata2 pembenaran buat ngegaji orang dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah, terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak yg hilang untuk anak2nya karena bapaknya lebih cinta kerja daripada mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling nggak romantis. Cewek bawa tas berat aja dicuekin

M = tapi dimana responsibility kamu?
P = responsibility itu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan uang masuk ke kantong pemilik saham. Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling utama? Keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.

M = kamu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya sudah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Kalau nggak saya ambil, itu yg namanya nggak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kita. Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign

M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!!

NB:

1. Biar bisa adu argumen sama atasan / HR wkt mau resign……

2. Biar bisa kasih argumen lain kalo ada karyawan yg mo resign…..
arah

Renovasi….

Huuuuoooo……udah laaammmmaaaa….lamaaaa skali rasanya ga nulis di blog ini…..

Jadiiii beberapa waktu lalu, pas ada libur 2 hari…ruangan di lantai tiga yang sisi sebelah timur di rombak.

Karna partisi ruangnya dari triplek, jadinya gampang di pindah pindah.
Ruangan tempat lemari buku-buku sama tempat dispenser itu udah jadi ruang Transmisi, yang dimajukan sampe ke ruang tamu.

ruang nya jadi maju

ruang nya jadi maju

Lihatlaaahhh, Lobbynya jadi seuprit ini aja….

‘Kamar’ sebelah lebih ramai

Sepertinya banyak tementemen yang mulai punya ‘kamar’ di facebook. Satu persatu mulai muncul, dari yang sebelumnya gak punya blog atau yang tak keliatan di jagad maya. Facebook memang punya kelebihan dibanding dengan blog. Lebih interaktif, spontan, dan banyak fiturnya yang “memuaskan” untuk mewadahi bakatbakat narsis :-). Sepertinya tinggal tunggu waktu aja muncul facebooknya IKA, sehingga tementemen yang nggak sempat (males) nulismenulis bisa gabung. Tapi kalo semua migrasi kesana, sayang juga ‘kamar’ ini jadi terbengkalai, sepi dan bisu. Padahal blog ini juga punya kelebihan dibanding FB, disini tementemen bisa berbagi cerita, menularkan ideide, menuangkan uneguneg, menulis puisi.., menulis teks lagu sendiri, ..walah mulai nglambyar. Pokoknya kita/aku yang berada di luar pagar ika, sifatnya hanya penggembira aja, harapan besar ada pada tementemen yang ada di dalam sana. Mau diapakan ‘kamar’ ini? apakah masih pantas sebagai tempat memadu kasih dan melepas kangen…?

selamat tahun baru

card_newyear05
lebih baik terlambat daripada tidak ada sama sekali :-), semoga tahun ini lebih baik dari tahun kemarin …

Ayo jadi “karyawan” di tempat lain

jatinegara-2

Disadari atau tidak kita sebenarnya adalah karyawan di lebih dari satu perusahaan. Minimal di dua tempat, bila kita punya rekening bank. Dengan punya rekening bank sebenarnya kita adalah “karyawan” bank tersebut dengan digaji melalui bunga tabungan (meskipun tau sendiri laah.. kadang bunga kita habis dipangkas uang administrasi). Trus kalo kita punya usaha jual pulsa elektrik, berarti kita adalah “karyawan” dari semua operator selular, kalo kita jual Aqua galon kita juga termasuk “karyawan”-nya Aqua, kalo jual bensin eceran dan koran maka kita juga “karyawan” dari pertamina dan semua media massa, dan masih banyak lagi, terserah kita mau jadi karyawan dimana.

Intinya, semakin banyak kita menduplikasi diri kita untuk menjadi “karyawan” di banyak tempat tentu sumber income kita juga akan lebih dari satu. Dan itu tentu lebih menguntungkan apalagi bila primary income kita unsecure.
Menjadi “karyawan” ditempat lain bukan berarti menambah jam kerja yang kita miliki. Tapi mendapatkan sumber income yang terus menghasilkan uang tanpa kita harus terlibat sepenuhnya, tanpa meninggalkan pekerjaan utama kita. Yang penting sumber income itu memenuhi kriteria : Low Risk, Low Time Involvement, High Return.

Berani mencoba??

ika

Salah satu yang jadi kenangan di malang, adalah kantor ini. Dengan temen-temen yang super dan lawanlawan yang hebat ketika nge-game RA atopun Fifa, he he he. Jadi inget  kalo pas lembur sampai pulang pas adzan subuh trus jam 8 udah ke kantor lagi, dan jam 10 mushola jadi penuh orang yang ikhtikaf, he he he. Kadang aku merindukan ruangannya yang ber-Ac (yang jumlahnya kadang lebih banyak daripada orangnya kalo pas lembur, serasa jd buah di istana buah). Ato kangen bikin milo pagipagi, trus keluar balkon lantai 4 dan liat mahasiswi UM yang baru berangkat kuliah (maklum msh belum nikah jd masih full scan).  Kangen juga dengan acara 17-an yang meriah dan penuh hadiah, ato inget pas menang lomba karaoke nyanyi lagunya Jamrud, …uih heboh. Juga acara beli gorengan dengan cara urunan seribuan trus dimakan bareng2 (kadangkadang siklum ambil 3, padahal 1000 kan dapat 2, gak mau rugi katanya). Baru inget, ternyata istriku alumni kantor ini juga sebelum kerja di konsultan tetangga.

Pokoknya, kantor ini punya tempat deh di hatiku. Setiap mudik n lewat depan kantor aku selalu refleks mendongak keatas, disana aku pernah bertemu dengan orangorang yang super.

Miss U all..